Bekasi,(MediaTOR Online) -Setiap pembangunan gedung milik negara dalam bentuk apapun bila tidak pas atau tidak sesuai dengan spesifikasi tehnis yang ditentukan patut kita pertanyakan. Terlebih bangunan sekolah yang menjadi tanggung jawab negara agar penggunaan gedung tersebut baik dan aman dipakai. Setiap bangunan tentu telah memiliki spek tersendiri, terlebih bangunan sekolah agar aman dan nyaman digunakan warga sekolah terlebih para guru dan siswa.. Dalam hal ini kualitas gedung juga selain wajib bagus juga menyangkut daya tahannya harus diperhitungkan untuk sekian tahun.
Patut kita pertanyakan revitalisasi bangunan pada satuan pendidikan SMPN 2 Sukatani Kabupaten Bekasi.
Saat survey ke lokasi pada bagian tertentu tembok lama masing difungsikan, itupun banyak yang hanya dikikis dan diamplas pada dinding lokal yang lama. Tampaknya pemborong tidak memperhitungkan usia bangunan. Dan memang setelah dicet rapi terlihat bak dinding baru. Padahal dalamnya tembok lama. Ketika mau dikonfirmasi tak ada yg sudi untuk menjelaskannya, terutama terkait tehnis bangunan itu.
Tajiri selaku kepala sekolah tidak ada di tempat. Janji bertemu, ternyata sang Kepsek ada kegiatan lain di luar termasuk Humasnya, itu pengakuan mantan Humasnya Pak Inu.
Dinding lama hanya dikupas Kesannya bangunan baru Bangunan lama hanya dikupas
Tak seorang pun yang bersedia dikonfim terkait mutu bangunan. Tajiri selaku kepsek saat dihubungi mempersilahkan ke Humas namun sang humas ada kegiatan lain. Hingga berita ini diturunkan tidak ada respon Kepsek. Saya sedang mendalami dan mengkaji kualitas bangunan ini, kata Gudman Sitanggang. Bila sudah cukup bukti nanti kita laporkan ke aparat hukum terkait, tambah Gudman. Berulang kali kita hubungi dan juga pesan WA, sang Kepala Sekolah tidak respon.
Demikian juga Humasnya.
Purba





Post A Comment:
0 comments: