Sukabumi,(MediaTOR Online) - Tidak berlebihan memberikan sebutan kepada KDW (Kang Deden Wahyudin) sebagai Kades “ Bekerja dengan Hati” Ditangan beliau Desa Sukakersa terus berbenah menuju perbaikan dan kesejahteraan untuk warga masyarakatnya.
Keberhasilan KDW dapat diliat dari program desa yang langsung menyentuh kepada warga.
Perlu menjadi pengingat dari berbagai sumber awak media, kurang 58% dalam kurun 6 tahun kedepan bantuan dana desa akan di gunakan merealisasikan Program Koperasi Merah Putih. Dana desa yang seyogyanya disalurkan kepada setiap desa di seluruh desa dan kelurahan kini terpangkas, imbasnya akan semakin sedikit program pembangunan desa yang biasa di danai dari pos bantuan Anggaran dana desa ini.
Desa yang seyogyanya menerima 1 miliar setiap tahunnya, terpangkas karena bergulirnya Koperasi Merah Putih yang kini populer dengan sebutan KDMP. Dari berbagai sumber dana desa itu tersalurkan per desa dikisaran 300-400 juta.
Kembali ke KDW dalam pengamatan awak media ini, persoalan keterbatasan anggaran, sebaliknya memacu kades Sukakersa ini melakukan lobi kepemerintah Kabupaten dan Provinsi dengan tekad memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan warga desa Sukakersa.
Terkonfirmasi, KDW tahun ini akan melaksanakan pembangunan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) sebanyak 20 buah, diperkirakan menelan anggaran sebesar 400 jt.
Bantuan Anggaran yang dikeluarkan dari Pos APBN menurut KDW, akan direalisasi perunit bagunan sebesar Rp. 20 juta dengan rincian 17,5 juta untuk pembelian material fisik bangunan dan 2,5 juta material fisik Hok rumah warga (teras depan rumah-red). “ Pemerintahan desa sukakersa alhamdulilah di tahun 2026 ini kembali mendapatkan Bantuan Sosial Pembangunan Swadaya (BSPS) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yg bersumber dari APBN sebanyak 20 unit, “ katanya kepada awak media dalam realeasennya, selasa (17/03).
Menurut KDW “Desa Sukakersa akan terus berkomitmen untuk memberikan yg terbaik untuk kesejahteraan masyarakat di bidang infrastruktur dan perbaikan RTLH, pemerintah Desa Sukakersa tiap tahun secara bertahap memdapatkan bantuan RTLH untuk warga yang memang benar benar berkategori rumahnya sudah tidak layak huni baik melalui anggaran APBN maupun APBD. Mudah mudahan ini bisa bermanfaat untuk warga penerima manfaat di desa sukakersa. “ ungkap KDW.
Kades Sukakersa yang terbilang memiliki pengaruh yang kuat di Provinsi dan Kabupaten ini, Dikenal sebagai sosok petahana (incumbent) yang aktif dalam membangun infrastruktur desa dan memiliki pengaruh kuat.
Catatan media pada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memprioritaskan anggaran 2026 sebesar 81% (Rp8,9 triliun) untuk program BSPS guna merenovasi lebih 400.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Program ini ditargetkan menyasar wilayah pesisir, perdesaan, dan daerah tertinggal untuk meningkatkan kualitas hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pada proses pelaksanaan RTLH mendapat pendampingan teknis Pengerjaan swadaya, dengan pendampingan teknis (TFL) diharapkan kualitas fisik bangunan lebih terjamin.
Berikut 20 Warga Calon Penerima RTLH Desa Sukakersa Kec. Parakan Salak Kab. Sukabumi tahun 2026.
1 Cicah
2 Eni
3 Enung
4 Juju
5 Piah Sopiah
6 Aep
7 Nyai ai
8 Juhdi
9 Yadi Supriadi
10 Silvi Haryanti
11 Nunung Nurhasanah
12 Unun
13 Juariah
14 Oon
15 Iyon
16 Hasan
17 Kartini
18 Dasep
19 Anwar Nuryadin
20 Saepul Anwar.(**HH)





Post A Comment:
0 comments: