Bekasi,(MediaTOR Online) - Patut kita pertanyakan bila ada kepala sekolah di lingkungan SMAN sangat sulit ditemui selama dia menjabat di sekolah tersebut. Ada apa hingga dia membentengi diri dengan stafnya agar tidak bisa ditemui dari tahun ke tahun. Apakah staf humas yang berdusta dengan alasan yang tidak jelas..? Atau pesan insan pers tidak disampaikan bahwa ada media yang mau konfirm?
Atau memang sengaja berlindung atau membuat Humas jadi benteng yang ampuh agar terhindar dari wartawan untuk konfirm ?
Salah satu kepala sekolah SMAN di KCD Wilayah 3 yang sangat sulit ditemui itu bernama Fajar Heryadi T. Selaku Kepsek SMAN 7 Kota Bekasi, Jawa Barat. Sejak dia memimpin sekolah itu beberapa tahun ini sangat sulit dan belum pernah bisa ditemui demi dan untuk publikasi kemajuan sekolah itu selaku hak publik untuk mengetahui. Fajar, seperti yang dituturkan Humasnya selalu sibuk dan butuh waktu untuk menunggu kesediaannya untuk dikonfirm tentang berbagai hal terutama tentang prestasinya selaku Kepsek.
Oleh insan pers Fajar dijuluki juga kepala sekolah yang tertutup dan alergi untuk ditemui. Lebih gampang menemui KCD atau Gubernur. walau ketika dia memimpin SMAN 3 Cikarang Utara, Kab Bekasi tidak demikian. Atau memang dia meneruskan tradisi di SMAN 3 bahwa menemui Kepsek cukup sebatas Humas. Untung Jawa Barat tidak demikian, bahwa menemui KDM cukup sebatas Humas di kantor gubernur di Bandung. Kadisdik dipandang perlu memberi teguran kepada Fajar demi keterbukaan informasi publik selaras amanat UU KIP dimana pengelolaan anggaran di SMAN 7 kota Bekasi patut diketahui rakyat sebab dana BOS Pusat dan BOP itu bersumber dari rakyat dan untuk rakyat.
Purba.. **"***



Post A Comment:
0 comments: