MATAMUDA MIS ATTARBIYATUDDINIYAH CIBUBUR MEMBENTUK GENERASI MI YANG CERDAS, ISLAMI RAMAH DAN BERAKHLAK MULIA TP 2026/2027

Share it:

Jakarta,(MediaTOR Online) - MIS Attarbiyatuddiniyah Cibubur, membuka MATAMUDA ( Masa Ta'aruf Murid Madrasah ) Tahun Pelajaran 2026/2027 Tema "Membentuk generasi MI yang cerdas, Islami dan berakhlak mulia".  Kegiatan adalah awal pembentukan karakter dan pengenalan budaya Madrasah untuk peserta didik yang baru agar dapat beradaptasi pada lingkungan belajar yang nyaman, aman, damai serta menyenangkan. Kegiatan tsb. berlangsung, Tanggal, 13, 14 dan 15 Juli 2026 M./1448 H. di MIS Attarbiyatuddiniyah Cibubur, Jakarta Timur, Provinsi DKI. Jakarta.


Kepala Madrasah, Masbuqotun, S.Pd.I. mengatakan bahwa MATAMUDA 2026 rangkaian kegiatan tsb. dirancang secara edukatif, menggembirakan dan berorentasi kepada perlindungan siswa/siswi. KAMAD menambahkan tema ; Membentuk generasi MI yang cerdas, Islami ramah dan berakhlak mulia untuk mampu dalam semangat belajar dan memperkuat rasa memiliki pada Madrasah sebagai wadah/tempat bertumbuh serta untuk mengembangkan potensi-potensi.


Kegiatan MATAMUDA selama 3 hari diharapkan peserta didik baru mendapatkan berbagai materi pengenalan dilingkungan MIS ATTARBIYATUDDINIYAH. baik tata tertib, budaya belajar, sarana dan prasarana serta kegiatan akademik juga nikai-nilai. Siswa-siswi diperkenalkan kepada dewan guru, tenaga kependidikan dllnya. yang mendukung berbagai layanan untuk proses belajar-mengajar. Serta mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta ( KBC ). Siswa-siswi baru diperkenalkan beragam kegiatan ekstrakurikuler melalui presentasi, demontrasi dsbnya.

SEMINAR PARENTING.

MIS Attarbiyatuddiniyah pada Tanggal, 16 Juli 2026 melaksanakan Seminar Parenting dengan Tema ; Mendidik anak tangguh dan cerdas emosi di era digital dengan Pemateri Dr. Nazia Nuril Fuadia, M.PSI., Psikolog ( Pakar Parenting ). Yang diikuti para oleh Wali Murid di Gd. MIS. Attarbiyatuddiniyah, Cibubur, Jakarta Timur.

Refleksi awal ; anak kita di era digital, pernahkah anak lebih asyik dengan gadged daripada bercerita ?. Pernahkan anak marah atau menangis berlebihan ketika gadged diambil ?. Apakah kita tahu apa saja yang ditonton serta dimainkan anak setiap hari ?. Mari kita renungkan bersama peran kita sebagai orangtua diera ini.

Mengenal Karakteristik sosial emosional anak ;

Fase " perbatasan" masa anak dan masa remaja. Kelompok pertemanan-PENTING. Mulai mencari pengakuan & prestasi. Tahap ( industry  interority ). Mulai membentuk konsep diri. Lebih peka terhadap penilaian orang lain ( validasi ). Keinginan mandiri lebih besar. Masa transisi dari tahap praoperasional ( 2-7 tahun ) menuju tahap operasional konkret ( 7 - 11 tahun ). Kelas  1 SD adalaj masa transisi dari PAUD ke SD.

Peluang dan tantangan era digital.

Peluang ; sumber belajar tak terbatas. Kembangkan kreatifitas. Perluasan wawasan global. Sarana pengembangan minat dan bakat. Meningkatkan penguasaan tehnologi. Meningkatkan relasi sosial.

Tantangan ; Kecanduan gedged. Konten tidak sesuai usia. Cyber bullying. Kurang gerak fisik. Gangguan tidur. Kurang konsentrasi. Mudah emosi/frustasi. 

Apa itu anak tangguh ;

Resilensi adalah kemampuan BANGKIT kesulitan, tekanan dan kegagalan. Bukan berarti tidak pernah jatuh, tapi mampu berdiri lagi. 

Percaya diri ; Berani mencoba hal baru mesti bisa gagal. Pantang menyerah ; Tidak berhenti saat menghadapi tantangan. Mampu minta tolong ; Tahu kapan harus minta bantuan orang lain. 

Kecerdasan emosional ( Emotional Intellegence/EQ. )

EQ lebih menentukan kesuksesan hidup dari pada IQ. ( Daniel Goleman ). EQ bisa DILATIH dan DIKEMBANGKAN sejak dini. 

1. Kesadaran diri ; Mengenal emosi sendiri.

2. Mengelola emosi ; Mengontrol emosi secara sehat.

3. Motivasi diri ; Dorongan internal untuk maju.

4. Empati ; Memahami perasaan orang lain.h8

5. Ketrapilan sosial ; Membangun hubungan baik.

5 Cara melatih kecerdasan  emosi anak ; 1. Labelling emosi. Bantu anak menyebutkan nama emosinya. 2. Validasi perasaan ; Akui dulu arahkan jangan bilang tidak. 3. Modeling ; Tunjukkan cara kelola emosi yang baik. 4. Problem solving bersama. Ajak anak cari solusi. 5. Kisah dan buku ; Gunakan kisah Nabi dan dongeng dstnya.

Siapakah anak kita ? -Mengenal generasi alpha.

Generasi alpha, lahir tahun 2010 sd. 2024. Digital native sejak lahir. - Belajar lebih cepat dan interaktif. - Ras ingin tahu yang sangat tinggi. - Butuh stimulasi beragam dan konsisten. - Sangat dipengaruhi lingkungan digital. - Pertma didunia tumbuh bersama AI.

Gen Alpha : Apa & bagaimana ?

Generasi yang lahir dengan zaman yang instan.

Digital native ; hubungan tak terbatas dengan tehnologi, hidup dalam dunia yang lebih terhubung & global. 

Generation alpha ; Cenderung lebih mudah menguasai bahasa asing. 

Rentan dan peka terhadap isu kesehatan mental ; Berfikir lebih terbuka, transformatif, inovatif & kreatif serta lebih menginginkan kebebasan.


Tanda-tanda Anak butuh Perhatian Ektra.

-Nilai belajar menurun secara konsisten.

-Lebih senang menyendiri dengan gadjed daripada bermain.

-Mudah marah / menangis saat gadjed dibatasi.

-Sulit tidur dan sering kelelahan.

-Tidak mau bercerita atau menolak komunikasi.

Tidak ada orangtua yang sempurna.

Yang terpenting adalah HADIR, MAU BELAJAR dan TERUS MENCOBA.

Peluk anak hari ini dan katakan ; AYAH dan BUNDA BANGGA PADAMU.

Positif Parenting ( Pengasuhan Positif )

Pola asuh > proses interaksi antara orangtua dan anak dalam mendukung perkembangan fisik, emosi, sosial, intelektual dan spritual  sejak anak dalam kandungan sampai dewasa.

Diperlukan dalam pola asuh ; - Energi fisik - Emosi ( Psikis ) - Perhatian waktu - Pengetahuan cukup tentang perkembangan anak.

Pengasuhan positif ; Pengasuhan berdasarkan kasih sayang menghargai,  membangun hubungan antara anak dan orangtua serta menstimulasi tumbuh kembang anak.

Prisip Pengasuhan Positif.

1. Memberikan kasih sayang dan perhatian.

2. Mendengarkan pendapat anak.

3. Menetapkan aturan yang jelas dan konsisten.

4. Memberikan apresiasi terhadap usaha, bukan hanya hasil.

5. Menjadi teladan dalam sikap dan perilaku.

Pengasuhan positif era digital : orangtua secara konsisten dalam menetapkan aturan sebagai role model dalam penggunaan gadjed.

Panduan Praktis Screen Time Anak ; usia 6 - 9 tahun Maks. 1, 1,5 Jam/hari. Diluar kebutuhan belajar.

Usia 10-12 tahun 1 jam/hari. Dengan pengawasan konten. Kamar tidur, waktu Sholat, waktu belajar.

Zona Bebas Gagjed ; Meja makan. Buat kesepakatan waktu gadjed bersama anak. Pilih konten edukatif; You Tube Kids, aplikasi belajar. Dampingi diskusikan apa yang ditonton anak.

Komunikasi Hangat Orang Tua & Anak di Era Digital " Komunikasi hangat adalah Tameng Terbaik dari pengaruh negatif digital " Dengarkan anak sejajarkan pundak kita. Tanyakan hari anak - pertanyaan terbuka. Family time tanpa gadjed minimal 30 menit/hari. Diskusikan alasan bukan hanya larangan. Lakukan hoby bersama keluarga. Ikutin akun media sosial anak jika ada. Tonton konten bersama dan diskusikan. Ngobrol sebelum tidur waktu paling terbuka.

Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak ; Anak adalah Amanah dari Allah SWT. Kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

1. Qudwah ( Teladan ) tunjukkan perilaku yang ingin dilihat anak Anak meniru apa yang orangtua lakukan.

2. Mauizhah ( Nasehat Baik ) Sampaikan nasihat dengan penuh kasih, bukan dengan kemarahan dan tekanan. 

3. Riayah ( Pengawasan ) Pantau perkembangan anak dengan kasih sayang, bukan dengan kontrol berlebihan.

"Rabbana hab lanna min azwajina wa dzuriyyaatinnaa qurrotta a'yun"

Strategis Praktis 30 Hari Challenge untuk Orang Tua ; 1. Minggu 1 routinitas. Makan bersama dan Sholat berjama'ah setiap hari. Jadwal layar harian. 2. Minggu 2 Koneksi ; Satu percakapan bermakna sebelum tidur. Cerita tentang hari masing-masing. 3. Minggu 3 Aktifitas. Satu kegiatan tanpa gadjed bersama : masak berken, olahraga, membaca. 4. Minggu 4 Evaluasi Rayakan kemajuan anak bersama keluarga. Apa yang sudah berubah ?.

Karakteristik anak usia ( 6 - 12 tahun ).

-Fisik ; Motorik matang, koordinasi berkembang.

- Kognitif ; Berpikir logis, kongkrit rasa ingin tahu tinggi.

- Sosial ; Membangun relasi teman sebaya belajar berbagi.

- Emosional ; Emosi belum stabil, butuh validasi dan bimbingan. 

- Spiritul ; Masa emas menanamkan nilai Agama & moral Islam.

Kunci Sukses Kaloborasi Madrasah/Sekolah dan Orang Tua.

- Komunikasi yang terbuka dan saling menghargai.

- Kepercayaan orangtua dan guru.

- Konsistensi aturan dirumah dan di Madrasah/Sekolah.

- Komitmen untuk mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. ( Rd. ).

Share it:
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Pendidikan

Post A Comment:

0 comments: