Cirebon,(MediaTOR Online) - Pemdes Kasugengan Kidul, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon gelar perayaan hari ulang tahun (HUT) Desa ke 45 di kantor Desa Kasugengan Kidul, Jum'at 3/3/2026 pukul 13 :30 WIB.
Kuwu Giantoro saat diwawancara awak media, menyampaikan Tema
HUT desa adalah "Tatag - Teteg -Lantutug. Dengan acara unggulan
Membangkitkan Kearifan Lokal Menghidupkan kembali kesenian atau tradisi yang
sudah lama hilang, seperti "nyorog .
Prosesi Tumpeng setiap lembaga, perangkat desa, RT, RW, dan petani membuat tumpeng (dalam wadah tenong). Tumpeng ini kemudian diarak dari kebujutan Nyimas Gandasari menuju desa, diiringi solawat bersama, setelah tumpeng dikumpulkan, diadakan doa bersama, dilanjutkan dengan makan bersama.
Pembagian Tumpeng yang
dibagikan kepada masyarakat di tujuh blok desa, simbolisme Tujuh Blok.
Desa ini memiliki tujuh blok yang dikenal sebagai "Uringin Pitu"
(yang berarti pengayom dari tujuh blok). Tujuh blok tersebut adalah: Cikondar,
Petapean, Pecung Balong, Watukruyu, Pecung Bulon, Melayon, dan Sidapurna. Usia Desa ini berusia lebih dari 50 tahun, namun
pelaksanaan HUT kali ini bertepatan dengan usia 45 tahun.
Pencapaian dan harapan pencapaian terbesar, mengembalikan
tatanan kehidupan desa seperti dulu. Harapan Pertanian yang maju, terjaganya
alam, kearifan lokal, dan menjadi desa wisata (wisata religi dan wisata
kearifan lokal).
“Desain Wisata, setiap wisata di desa ini didesain agar
dekat dengan alam,” ujar Kuwu Giantoro menjelaskan.
Hut desa kali ini berfokus pada pemulihan dan penguatan identitas desa
melalui kebangkitan kearifan lokal dan tradisi Tema "Tatag , Teteg ,
Lantutug". Hal itu mencerminkan semangat untuk mempersiapkan, memegang
teguh prinsip, dan menyelesaikan tugas-tugas penting dalam pembangunan desa.
Lanjutnya, acara unggulan seperti arak-arakan tumpeng dan
doa bersama menunjukkan upaya untuk mempererat kebersamaan dan rasa memiliki
terhadap desa. Sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur yang terwujud
dalam simbolisme tujuh blok desa. Harapan besar tertuju pada kemajuan pertanian, kelestarian alam,
terjaganya budaya lokal, dan pengembangan desa menjadi destinasi wisata yang
unik, dengan penekanan pada wisata yang harmonis dengan lingkungan.(Harlan)



Post A Comment:
0 comments: