Hindari “Kejaran” Begal, Aldrian Alami Kecelakaan “Serius”

Share it:

Jakarta Pusat,(MediaTOR Online) - Menghindari kejaran begal Aldrian MH (25), Jum'at (3/4) pukul 22.20 mengalami peristiwa nahas di jalan Jatibaru, Jakarta Pusat. Kecelakaan tunggal akibat kejaran begal, korban  mengalami luka yang cukup serius, kini dalam perawatan intensif di RS Pelni, KS. Tubun, Jakarta Pusat.

Maraknya aksi begal di wilayah hukum Provinsi DKI Jakarta, belum mendapat perhatian serius aparat kepolisian, karena hingga kini kawanan ini masih eksis melakukan aksi aksi kekerasan, teror, menggunakan senjata tajam, kepada para pengendara sepeda motor. Kawanan begal ini melakukan aksi terang terangan, bergerombolan menyasar korban tanpa pandang bulu.



Peristiwa bermula Aldirian, pegawai PT. Cube Trading Indonesia beralamat  Jl. Kb. Kacang 9 No.5, RT.3/RW.4, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat ini seyogyanya pulang dari dinas luar perusahaan (lembur-red), saat melintasi jalan Jatibaru Jakarta Pusat mengendarai sepeda motor diteriaki sekawan begal berjumlah tiga sampai empat motor.

Karena kuatir dan kalut korban menghindar, mempercepat laju kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dalam kondisi guyuran hujan  yang cukup deras, saat itu di lokasi kejadian korban terserempet mobil yang tidak diketahui identitasnya karena meninggalkan korban saat kejadian. Alhasil motor Yamaha Fazzio berwarna hijau yang dikendarai korban hilang kendali akibatnya, menabrak trotoar pembatas jalan, dan korban diperkirakan terpental sejauh 10-15 meter. Korban mengalami luka serius pada mata sebelah kiri (sobek-red), hidung mengalami patah tulang, benturan dikepala bagian sebelah kiri dan tangan sebelah kanan. Meski tidak mengalami gegar otak, namun korban hingga kini masih dirawat di ruangan ICU lepas operasi, Senin (6/4) lalu.

Novi (21) rekan korban, kepada media ini mengatakan, “ tidak tahu persis kecelakaannya, saya ditelpon pa Al (aldrian-red) sampai di lokasi ada petugas Damkar Pal Merah sektor VII membantu menelpon ibu pa Al, membawa kami ke RS Pelni,” ujarnya.

Hingga kini korban ditemani  Rini (45) ibu korban di RS Pelni. Rini berharap anaknya segera pulih, dan polisi melakukan patroli rutin menghindari kejadian serupa terulang lagi. “semoga anak saya cepat pulih, polisi lebih sering patroli, agar kejadian seperti ini, tidak terulang lagi.“ tukasnya penuh harap. (Hn)

Share it:

Hukum Dan Kriminal

Post A Comment:

0 comments: