Cibinong,(MediaTOR Online) - Fenomena perselingkuhan yang dilakukan oleh oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor seolah menjadi penyakit kronis yang sulit diberantas. Belum lama ini kasus oknum ASN , kini kembali muncul sorotan bahwa praktik perselingkuhan atau memiliki hubungan terlarang di luar pernikahan justru kerap dilakukan oleh orang-orang yang duduk di kursi jabatan.
Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan internal maupun masyarakat luas, dugaan perselingkuhan ini bukan lagi rahasia umum. Banyak pejabat tinggi, kepala dinas, hingga staf struktural yang diduga memiliki hubungan spesial dengan wanita atau pria lain yang bukan pasangan sah mereka.
Sering Manfaatkan Jabatan dan Fasilitas.
"Sudah jadi rahasia umum kalau ada pejabat yang punya simpanan. Bahkan yang bersangkutan sudah berkeluarga dan punya anak. Parahnya lagi, hubungan itu sering disalahgunakan untuk mengatur-atur urusan dinas,"ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.
Merusak Citra Birokrasi
Tindakan perselingkuhan ini tentu saja sangat mencoreng wajah birokrasi. Padahal, sebagai abdi negara dan pemimpin, seorang pejabat seharusnya menjadi teladan yang baik dalam menjaga norma agama, kesusilaan, dan etika bermasyarakat.
Perilaku seperti ini dinilai sangat tidak pantas dan menunjukkan rendahnya integritas moral seseorang yang memegang amanah rakyat. Jika pribadinya saja tidak bisa menjaga kepercayaan keluarga, bagaimana mungkin bisa dipercaya mengurus urusan negara dan masyarakat?
Minta Kode Etik Ditegakkan
Masyarakat dan kalangan pegawai yang prihatin menuntut agar pimpinan daerah dan Tim Pembina Disiplin segera bertindak. Aturan kode etik ASN yang melarang perbuatan tercela harus ditegakkan dengan tegas.
"Jangan cuma diam kalau ada pejabat yang ketahuan selingkuh. Ini pelanggaran disiplin berat. Harus ada sanksi yang diberikan agar tidak menular ke yang lain dan birokrasi kita bersih dari perilaku buruk," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi terkait nama-nama pejabat yang diduga terlibat dalam skandal perselingkuhan tersebut.(**)


Post A Comment:
0 comments: