Dana BOS SDN Jatimulia 6 layak Diperiksa Inspektorat Dan Pungli Perpisahan

Share it:

Bekasi,(MediaTOR Online) - Setiap sekolah yang kurang terurus alias acak-acakan dan banyak bangunan yang rusak patut menjadi pertanyaan masyarakat, terlebih sekolah milik negara yang memiliki dana atau biaya pemeliharaan yang bersumber dari Bos Pusat setiap tahun mata anggaran. Bila tidak ada perbaikan yang periodik patut kita duga anggaran itu dikorupsi pihak sekolah. Terutama pemeliharaan ringan berupa bocor, toilet rusak, dan lingkungan sekolah kumuh, pertanda sang kepsek tidak kreatif untuk memperindah lingkungan sekolahnya.


Sekolah yang banyak rusak dan kumuh itu akan kita temukan di SDN Jatimulia 06 Tambu  Selatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Atap dan plafon  pada rusak, lingkungan kumuh dan toilet rusak dan bau, serta halaman belakang jorok. Banyaknya komponen rusak di sekolah ini patut kita pertanyakan ke mana dana pemeliharaan terutama kondisi toilet yang dipakai setiap hari saat KBM jam istirahat. 

Kondisi toilet siswa yang bau merupakan wujud tidak pedulinya kepada kesehatan siswa serta diwarnai pintu yang usang.

Tumpukan sampah

Belakangnya kumuh
Parah kotornya

Kinerja kepala sekolah patut diaudit ulang oleh inspektorat dan APH demi perbaikan mutu layanan kepada siswa  dan mempertanyakan ragam pungutan uang kas 10 ribu/bulan/siswa, uang perpisahan plus kegiatan 60 ribu, saat bagi rapor wajib memberi 50 ribu ke wali kelas. Kata orang tua siswa kelas 2 kini naik kelas 3, Besok kami ada renang pak, 100 per anak sebab orang tua wajib ikut. 
Walau dikonfirm/ditanya hal ini dibantah oleh Kepsek dan guru olah raga. Berarti orang tua siswa juga perlu diedukasi jangan asal bicara ke LSM tentang kegiatan renang. 
Pertanyaan untuk apa uang kas dan gratifikasi 50 saat orang tua ambil rapor anaknya? 

Red/Purba.....*****



Share it:
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Pendidikan

Post A Comment:

0 comments: