Sukabumi,(MediaTOR Online) - Kondisi iklim berdasarkan analisis BMKG, wilayah Kabupaten Sukabumi pada April-Mei 2026 masih didominasi cuaca hujan dengan kategori menengah hingga tinggi, masa transisi ini potensi hujan sedang-lebat masih ada, terutama di sore/malam hari.
Akibatnya, Kartini (66) warga RT. 25/11 Desa Sundawenang kecamatan Parungkuda Sukabumi, mengalami musibah kebanjiran. Banjir yang menggenangi rumah wanita yang berstatus janda ini, berdasarkan keterangan Kartini 5 – 10 cm, “air sampai semata kaki, kalau dibiarkan bisa lebih tinggi, lima sampai sepuluh senti.” katanya kepada awak media (29/4/2026).
Kejadian ini kerap terjadi pada saat hujan turun, hingga kini belum mendapat perhatian pemeritahan desa Sundawenang. “kalau hujan pasti banjir, banyak genangan air pa, air saluran dibelakang rembes kelantai, sudah saya laporkan ke RT, sudah disampaikan ke desa katanya, tapi belum ada tindakan,” ujarnya.
Dasep Ketua RT. 25/11 kepada awak media menyampaikan telah melakukan upaya responsif mengantisipasi kejadian lebih besar, dengan melaporkan ke desa. “tindakan pencegahan kami sudah lakukan dengan membantu, menguras genangan air, selanjutnya saya sudah melaporkan ke desa.” Ungkap pria ini.
Menjawab pertanyaan awak media mengenai respon desa Dasep menyampaikan, “kadus bilang dana nol, minta bantuan ke pabrik aja, itu jawaban yang saya Terima dari kadus.” Katanya.
Sangat disayangkan aparatur desa dengan santai membebankan pengurus RT untuk menggalang dana, padahal desa seyogyanya memiliki dana cadangan menghadapi situasi darurat. Bukan malah membebankan ke warga, apalagi meminta RT agar mencari bantuan ke pengusaha industri (pabrik) di wilayah ke RT an 25. Seperti ungkapan cecep (66) warga RT, “ Bisa bisanya RT disuruh cari dana ke pabrik, kan desa ada dana kenapa tidak membantu menanggulangi keadaan darurat, kades nya mana, kok diam aja.” Ketusnya.
Pantauan Media kondisi rumah Kartini yang dihuni 3 orang berstatus janda Nurani (45) dan Pipih Nurmupidah (42), ketiga janda ini memenuhi kebutuhan hari hari mengandalkan berjualan makanan ringan.
Dasep, dan warga berharap kepedulian pemerintah Desa kepada warga, yang kondisinya memprihatinkan .
Sementara, Wahid Syamsul Rizal Kades Sundawenang, ketika dimintai klarifikasi awak media, melalui pesan WA mengatakan “Dulu memang pernah ada kejadian limpasan air dari atas. Dan kita bermusyawarah dengan berapa pihak diantaranya RT RW Tokoh Masyarakat setempat, Linmas, Pihak PT Nina dan Pihak PT PDP waktu itu disepakati pembuatan perbaikan saluran air agar tidak limpas ke rumah warga.” Ungkapnya.
Keterangan kades belum memberikan solusi mengatasi bajir dan rembesan saliran air dirumah warga RT. 25/11.
“Kami akan pastikan dulu liat lokasi.” Kata Wahid.
Sumber BMKG, curah hujan April hingga Mei memasuki bulan kemarau diperkirakan masih akan terjadi (>150mm/dasarian). Sehingga warga diharapkan tetap waspada.
Pantaun media di RT. 25 masih terdapat beberapa rumah yang layak mendapat bantuan perbaikan melalui program Rumah Tinggal Layak Huni ( RTLH ) Rumah Lansia ibu Cicah Rositah (68) Bila hujan deras air bergenang, akibat atap rumah yang pecah. (Hendri Hasibuan)





Post A Comment:
0 comments: