Sukabumi, MediaTOR Online) - Rumah Kartini, (66), warga RT.25/11 terdampak banjir dan rembesan air saluran, diidentifikasi ulang, aparatur pemerintah Desa Sundawenang didampingi Ketua RT 25, (1/5/2026).
Saat melakukan identifikasi Kadus Nina bersama Dasep Ketua RT melihat langsung dan mendata ulang efek dari dampak banjir dan rembesan saluran.
Kepada awak media Dasep mengatakan, solusi mengatasi korban terdampak masuk kategori program Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH).
Karena untuk perbaikan dilakukan agar tidak terjadi rembesan dan banjir perlu dilakukan peninggian lantai, dinding dan perbaikan atap rumah. “lantainya harus ditinggikan, karena posisi rumah menempel dibawah saluran. Saluran itu dindingnya sudah pada kropos jadi rembes kerumah warga, dinding rumah harus ditinggikan dan perbaikan atap.“ Ungkapnya.
Dasep mengungkapkan dirinya sudah pernah mengusulkan perbaikan saluran, turap dan septictank ke desa tapi belum terealisasi.
Kepada awak media Dasep juga menyampaikan Kadus sudah turun dan segera menyampaikan kondisi lapangan ke Kepala Desa Sundawenang, agar segera ditangani.
Terkait regulasi permendes yang baru Wahid Syamsul Rizal, Kades Sundawenang, menyampaikan kesulitan mengatasi masalah di warga terkait kebutuhan anggaran. “Hanya saja kami ini kadang dilema dengan segala keterbatasan. Apalagi regulasi sekarang yang membingungkan di level desa. Jadi sangat menyulitkan, tapi tetap kami harus berupaya sebisa yang kami lakukan.” kata Wahid.
Beberapa warga dan tokoh yang ditemui awak media, berharap pemerintah desa mencarikan solusi karena inikan sudah situasi yang tidak bisa ditunda tunda lagi. “ jangan ditunda tunda kondisi cuaca sekarang kan hujan setiap hari, carikan solusi segera, desa kan bisa libatkan pihak swasta dan pemerintah kabupaten yang dananya sudah ada, kalau desa tidak punya anggaran. “ kata Ai Rohani (65) tokoh warga RT 25 kepada awak media.
Mantan Ketua RT ini menambahkan, korban terdampak tidak akan nyaman, karena cuaca hujan terus. “kasian ibu Kartini kondisi hujan tiap hari pasti tidak nyaman, dibiarkan lama sama saja melakukan pembiaran. “ katanya. (Hendri Hasibuan)


Post A Comment:
0 comments: