Ini Di Ogan Ilir, Dana Desa Sudah Kecil,Dibebani Dana Pelatihan Pula

Share it:

Palembang,(MediaTOR Online) - Semakin hari semakin terjepit para Kepala Desa. Dana Desa diterima kecil, dibebani biaya Pelatihan pula,yg sangat memberatkan.

Saat ini,tidak seperti Tahun 2024 dan Tahun Tahun sebelumnya,Dana Desa digelontorkan oleh Pemerintah Pusat turun drastis.Biasanya Dana Desa diterima paling tidak satu Milyar,kini terjun bebas berkisar antara 200 juta hingga 300 juta.

Dana sekecil itu dialokasikan untuk kegiatan fisik dan Dana Operasional Desa.Belum lagi,Dana untuk Pelatihan yg dinilai sangat membebani." Dana Desa sudah kecil,dibebani dengan Dana kegiatan Pelatihan yang sangat memberatkan," ujar salah seorang Kepala Desa yang tidak mau namanya ditulis.

Di Ogan Ilir,berdasarkan data yang diperoleh,ada beberapa kegiatan Pelatihan yang dinilai terlalu mengada ada sehingga membebani Kepala Desa.

Kegiatan Pelatihan itu berupa,Pelatihan penyuluhan penyakit menular Rp. 600.000,OJT IDM Rp 400.000,Pelatihan sidesi & sidodi Rp. 1.000.000,Sosialisasi jaga desa Rp. 1.000.000 yang bersumber dari Dana Desa dan yang bersumber dari ADD Pelatihan penyuluhan hukum Rp. 500.000.

Tokoh Masyarakat Ogan Ilir,Asmawi,HS,menilai dana yang dikeluarkan oleh Kepala Desa untuk biaya pelatihan itu sangat membebani para Kepala Desa.

"Dana Desa yang diterima sudah kecil,dibebani dengan kegiatan yang mboten mboten," ujar Ketua Partai Demokrat Ogan Komering Ilir Priode 2002-2004 dan Ketua Partai Demokrat Ogan Ilir Priode 2004-2007 ini.

Asmawi berharap,Pemerintah Ogan Ilir segera menghentikan segala bentuk pelatihan yang pembiayaannya bersumber dari Dana Desa dan ADD yang membebani para Kepala Desa tersebut.

Sebagai Koordinator Nasional Society Corruption Investigation ( SCI ),Asmawi mengaku tengah menelusuri apakah pengeluaran Dana yang dikemas dalam bentuk Pelatihan itu merupakan setoran atau Gratifikasi yang diduga dilakukan oknum Aparat,yang dikemas dalam bentuk pelatihan.( Tm )

Share it:

Daerah

Post A Comment:

0 comments: